1.
Sebut dan Jelaskan langkah pendekatan system
(ada 3)!
Dalam melakukan pendekatan sistem ada
langkah-langkah dan tahapan yang bisa dilakukan, yaitu :
Tahap I: Usaha persiapan
Langkah-langkahnya adalah memandang perusahaan sebagai suatu sistem, mengenal sistem lingkungan (pemegang saham, pelanggan, masyarakat keuangan, masyarakat global, pemerintah, pesaing, pemasok, serikat kerja), mengidentifikasi subsistem-subsistem perusahaan.
Langkah-langkahnya adalah memandang perusahaan sebagai suatu sistem, mengenal sistem lingkungan (pemegang saham, pelanggan, masyarakat keuangan, masyarakat global, pemerintah, pesaing, pemasok, serikat kerja), mengidentifikasi subsistem-subsistem perusahaan.
Tahap II: Usaha definisi
– Suatu masalah ada atau akan ada (identifikasi masalah).
– Mempelajari masalah untuk mencari solusi (pemahaman masalah).
– Mencari pemicu masalah (problem trigger) yang dapat berasal dari lingkungan atau dari dalam perusahaan.
– Bergerak dari tingkat sistem ke subsistem. Caranya adalah menganalisis sisem menurut subsistem-subsistemnya. Kemudian apakah susbsistem itu terintegrasi menjadi satu unit yang berfungsi lancar? Lalu apakah semua subsistem bekerja untuk mencapai tujuan sistem? Setelah itu analisa top-down untuk mengidentifikasi tingkat sistem dimana penyebab persoalan berada.
– Menganalisis bagian-bagian sistem dalam suatu urutan tertentu.
– Suatu masalah ada atau akan ada (identifikasi masalah).
– Mempelajari masalah untuk mencari solusi (pemahaman masalah).
– Mencari pemicu masalah (problem trigger) yang dapat berasal dari lingkungan atau dari dalam perusahaan.
– Bergerak dari tingkat sistem ke subsistem. Caranya adalah menganalisis sisem menurut subsistem-subsistemnya. Kemudian apakah susbsistem itu terintegrasi menjadi satu unit yang berfungsi lancar? Lalu apakah semua subsistem bekerja untuk mencapai tujuan sistem? Setelah itu analisa top-down untuk mengidentifikasi tingkat sistem dimana penyebab persoalan berada.
– Menganalisis bagian-bagian sistem dalam suatu urutan tertentu.
Elemen-elemen sistem dapat dianalisis secara berurutan, yaitu:
1. Mengevaluasi standar (standar harus sah/valid, standar harus realistis, standar harus dimengerti oleh mereka yang akan mencapainya, dan standar harus terukur).
2. Membandingkan sistem output dengan standar.
3. Mengevaluasi manajemen.
4. Mengevaluasi pengolah informasi.
5. Mengevaluasi input dan sumber daya input.
6. Mengevaluasi proses transformasi.
7. Mengevaluasi sumber daya output.
1. Mengevaluasi standar (standar harus sah/valid, standar harus realistis, standar harus dimengerti oleh mereka yang akan mencapainya, dan standar harus terukur).
2. Membandingkan sistem output dengan standar.
3. Mengevaluasi manajemen.
4. Mengevaluasi pengolah informasi.
5. Mengevaluasi input dan sumber daya input.
6. Mengevaluasi proses transformasi.
7. Mengevaluasi sumber daya output.
Tahap III: Usaha solusi
– Mengidentifikasi berbagai alternatif solusi. Dengan cara mencari jalan yang berbeda untuk memecahkan masalah yang sama. Seperti Brainstorming (tukar pikiran), dan Joint Application Design (rancangan aplikasi bersama).
– Mengevaluasi berbagai alternatif solusi. Contohnya dengan menggunakan kriteria evaluasi yang sama, untuk mengukur seberapa baik suatu alternatif dapat memecahkan masalah.
– Memilih solusi terbaik. Dengan cara menganalisis suatu evaluasi sistematis atas pilihan-pilihan dan mempertimbangkan konsekuensi pilihan tersebut pada tujuan organisasi. Kemudian memberi penilaian atas proses mental manajer. Setelah itu melakukan tawar-menawar atau negosiasi antara beberapa manajer.
– Menerapkan solusi. Masalah tidak terpecahkan hanya dengan memilih solusi terbaik tapi perlu diterapkan.
– Menindaklanjuti untuk memastikan bahwa solusi itu efektif.
– Mengidentifikasi berbagai alternatif solusi. Dengan cara mencari jalan yang berbeda untuk memecahkan masalah yang sama. Seperti Brainstorming (tukar pikiran), dan Joint Application Design (rancangan aplikasi bersama).
– Mengevaluasi berbagai alternatif solusi. Contohnya dengan menggunakan kriteria evaluasi yang sama, untuk mengukur seberapa baik suatu alternatif dapat memecahkan masalah.
– Memilih solusi terbaik. Dengan cara menganalisis suatu evaluasi sistematis atas pilihan-pilihan dan mempertimbangkan konsekuensi pilihan tersebut pada tujuan organisasi. Kemudian memberi penilaian atas proses mental manajer. Setelah itu melakukan tawar-menawar atau negosiasi antara beberapa manajer.
– Menerapkan solusi. Masalah tidak terpecahkan hanya dengan memilih solusi terbaik tapi perlu diterapkan.
– Menindaklanjuti untuk memastikan bahwa solusi itu efektif.
Manajer harus tetap mengatasi situasi untuk
memastikan bahwa solusi mencapai kinerja yang direncanakan.
2. Sebutkan
beberapa sid\fat pengelolaan data yang membedakan dengan area aplikasi lain.
Sifat-sifat dari suatu
data dapat diklasifikasikan menjadi empat macam, antara lain :
a. Data
kuantitatif (quantitative data) adalah data mengenai penggolongan dalam
hubungannya dengan penjumlahan.
b. Data
kualitatif (qualitative data) adalah data mengenai penggolongan dalam hubungannya
dengan kualitas atau sifat tertentu.
c. Data
makro (macro data) adalah data yang meliputi suatu objek dalam skala yang luas,
sekelompok masyarakat, daerah wilayah, atau suatu propinsi dan negara.
d. Data
mikro (micro data) adalah data yang meliputi suatu unit usaha, rumah tangga,
atau individu.
v Namun,
sifat-sifat pengolahan data yang lainnya, adalah sebagai berikut :
*) Mempunyai fokus
historis yang paling utama.
*) Menghimpun data
yang detail atau lengkap.
Karena record
pengolahan data menggambarkan aktivitas perusahaan secara lengkap, maka ia akan
jadi alat untuk merekontruksi kembali tindakan/transaksi tersebut secara urut
jika record diperlukan. Kronologi itu disebut dengan audittrail.
*) Menghimpun data
yang detail atau lengkap.
Karena record pengolahan
data menggambarkan aktivitas perusahaan secara lengkap, maka ia akan jadi alat
untuk merekontruksi kembali tindakan/transaksi tersebut secara urut jika record
diperlukan. Kronologi itu disebut dengan audittrail.
*) Pengolahan data
menjalankan tugas yang penting
Pengolahan data adalah
aktivitas yang diperlukan.
*) Mengikuti prosedur
standar secara relative
Peraturn dan latihan
yang diterima menguraikan atau menerangkan cara pengolahan data yang akan
dilakukan.
*) Memberikan
informasi pemecahn masalah minimal.
v Pengolahan
data merupakan tindakan melakukan serangkaian operasi terencana atas data.
Untuk memproses data dan mendatangkan hasil yang berarti maka perlu dilakukan
kombinasi operasi data berupa :
I.
Pencatatan (capturing)
Kegiatan perekaman dari
suatu atau beberapa kejadian dalam bentuk formulir.
II.
Pemeriksaan (verifying)
Kegiatan pengecekan
data yang sudah direkam untuk memperoleh data yang benar.
III.
Pengelompokan (clasifying)
Operasi yang
mendapatkan elemen data ke dalam kategori yang spesifik sehingga memberikan
kemudahan kepada pemakai.
IV.
Penyusunan atau Penyortiran (sorting)
Penempatan dari
elemen data yang telah dispesifikasikan berdasarkan aturan secara berurutan.
V.
Peringkasan (sumarising)
Operasi penggabungan
elemen data, yang terdiri atas dua cara yaitu : melalui duplikasi data secara
matematika, dan kegiatan pengurangan kerumitan data secara logika atau
algoritma..
VI.
Perhitungan (calculating)
Operasi ini mencakup
proses perhitungan dan manipulasi data dalam media tertentu, seperti :
microfilm, disk, dan media lain sehingga dapat digunakan kembali bila
diperlukan.
VII.
Penyimpanan (stroring)
Perekaman data dalam
media tertentu seperti disk, magnetic tape, hardisk, dan lain-lain.
VIII.
Reproduksi (reproduction)
Penduplikasian data
suatu media ke media lain dalam satu tempat.
IX.
Penyebaran Komunikasi (disseminating communication)
Pentransferan data
dari satu tempat ke tempat yang lain, sehingga dapat dimanfaatkan lebih dari
satu pemakai.
3.
Berikan contoh sebuah system pakar data expert system.
Expert
system (sistem pakar) adalah sistem komputer yang mengemulasi kemampuan
pengambilan keputusan seorang ahli manusia.
Sistem
pakar dirancang untuk memecahkan masalah kompleks dengan penalaran tentang
pengetahuan, seperti seorang ahli, dan bukan dengan mengikuti prosedur yang
sebuah pengembang seperti kasus dalam pemrograman konvensional. Sistem pakar
pertama diciptakan pada 1970-an dan kemudian berkembang biak pada 1980-an.
Sistem pakar merupakan salah satu bentuk benar-benar sukses pertama dari AI
perangkat lunak. Sebuah sistem pakar memiliki struktur yang unik, berbeda dari
tradisional program .
Hal ini
dibagi menjadi dua bagian, satu tetap, independen dari sistem pakar:
mesin inferensi, dan
satu variabel: basis pengetahuan. Untuk menjalankan sistem pakar, alasan mesin
tentang pengetahuan dasar seperti manusia. Pada 80 adalah bagian ketiga muncul:
dialog antarmuka untuk berkomunikasi dengan pengguna. Kemampuan untuk melakukan
percakapan dengan pengguna yang kemudian disebut “percakapan” . Dasar dari
sistem pakar yang sukses tergantung pada serangkaian prosedur teknis dan
pengembangan yang dapat dirancang oleh teknisi dan ahli terkait. Dengan
demikian, sistem pakar biasanya tidak memberikan jawaban definitif, tetapi
memberikan rekomendasi probabilistik.
contoh penerapan SIM
untuk expert system.
ü Sebuah
contoh dari sistem pakar di bidang keuangan adalah expert system untuk hipotik.
Departemen Pinjaman tertarik dalam expert system untuk hipotek karena biaya
tenaga kerja tumbuh, yang membuat penanganan dan penerimaan pinjaman relatif
kecil kurang menguntungkan. Mereka juga melihat kemungkinan untuk standar,
penanganan efisien pinjaman dengan menerapkan sistem pakar(expert system), yang
menghargai bahwa untuk penerimaan hipotek ada aturan keras dan cepat yang tidak
selalu ada dengan jenis lain pinjaman.
ü Industri
makanan menggunakan expert system untuk menyimpan keahlian dari seorang ahli
yang sudah mendekati masa pension.
ü Pada
tahap penganalisa data pada suatu perusahaan juga dibutuhkan sumber data yang
kemudian nantinya diolah dan disimpan pada suatu system computer baik berupa
jaringan.
4.
Sebutkan perbedaan antara sistem informasi manajemen menurut Robert G Murdich
dengan Gordon David!
Menurut Robert G.
Murdick ( dengan John C. Munson) ( 1986 )
Sistem Informasi
Manajemen adalah Sistem yang memonitor dan mengambil data dari lingkungan,
mengambil data dari transaksi-transaksi dan operasi-operasi dai dalam
perusahaan, menyaring, mengorganisir dan menyeleksi data menampilkan sebvagai
informasi manajer dan memberikan alat bagi manjer untuk menghasilkan informasi
seperti yang diinginkan disebut sebagai Sistem Informasi Manajemen. Atau Sistem informasi manajemen adalah suatu
kelompok orang, seperangkat pedoman dan petunjuk, peralatan pengolah data (
seperangkat elemen ) memilih, menyimpan, mengolah dan mengambil kembali data (
mengoperasikan data dan barang ) untuk mengurangi ketidakpastian pada
pengambilan keputusan ( mencari tujuan bersama ) dengan menghasilkan informasi
untuk manajer pada waktu mereka dapat menggunakannya dengan paling efisian (
menghasilkan informasi menurut waktu rujukan ).
Menurut Gordon B.
Davis dan Margrethe H. Olson ( 1985 )
Sistem Informasi
Manajemen ialah sistem manusia-mesin yang terintegrasi untuk menyediakan
informasi yang dapat digunakan untuk mendukung fungsi-fungsi operasi, manajemen
dan pengambilan keputusan di dalam organisasi. Sistem tersebut menggunakan
perangkat keras dan perangkat lunak komputer , prosedur-prosedur manual,
model-model untuk analisis, perencanaan, kontrol dan pengambilan keputusan
serta suatu basis data. Atau mengemukakan beberapa-beberapa istilah mengenai
sistem informasi manajemen ( Management Information System ) seperti sistem
informasi / keputusan dan sistem informasi. Dalam beberapa buku disebut Sistem
Informasi bagi pimpinan, dan sebagainya. Walaupun demikian, dari beberapa
pengertian dapat ditarik suatu pengertian bahwa didalam Sistem Informasi
Manajemen ( SIM ) terkandung pengertian sistem pengolahan informasi dalam menunjang pelaksanaan manajemen


0 komentar:
Posting Komentar