rss
twitter
    Universitas' Gunadarma

Tugas Softskill Jurnal (Husain Rizaldy Tuasikal_35114018)

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT BERUPA REKAM MEDIS BERBASIS ELEKTRONIK

Husain Rizaldy Tuasikal
35114018
Manajemen Informatika

Universitas Gunadarma
Jalan Margonda Raya 100 – Depok
ABSTRAK
Rumah sakit merupakan salah satu pelayanan publik dalam bidang kesehatan. Namun sampai saat ini masih banyak rumah sakit yang masih menggunakan sistem manual untuk melakukan pendataan terhadap pasien. Oleh karena itu rumah sakit membutuhkan suatu sistem informasi manajemen yang dapat membantu dalam pendataan pasien. Sehingga dapat meningkatkan pelayanan kepada para pasien. Salah satu dari sistem informasi manajemen tersebut adalah rekam medis. Rekam medis merupakan berkas yang berisi catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain kepada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk memberi gambaran Sistem Informasi Manajemen (SIM) Rumah Sakit berupa rekam medis berbasis elektronik. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan metode penelitian pendekatan analisis  kualitatif untuk mengukur kepuasan pasien terhadap pelayanan rumah sakit. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu permasalahan rumah sakit terutama dalam pendataan pasien. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pelayanan rumah sakit yang cepat, efisien, akurat dan terperinci mempunyai pengaruh terhadap kepuasan pasien.
Kata kunci: Rumah Sakit, SIM, Rekam Medis, Rekam Medis Elektronik


1.      PENDAHULUAN
Dengan berkembang pesatnya teknologi sistem informasi saat ini maka penyajian informasi secara efisien dan efektif semakin dibutuhkan. Penyajian informasi seharusnya sudah beralih dari sistem lama yaitu pencatatan manual menjadi system komputerisasi. Demikian halnya pencatatan data pasien di suatu Rumah Sakit.
Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 983/1992 Rumah Sakit adalah sarana upaya kesehatan yang menyelenggarakan kegiatan kesehatan serta dapat dimanfaatkan untuk  pendidikan tenaga kesehatan dan penelitian [1]. Rumah sakit yang merupakan salah satu pelayanan publik di bidang kesehatan membutuhkan adanya suatu sistem informasi managemen yang mengatur tentang pendataan pasien.
Sistem informasi adalah sekumpulan komponen pembentuk sistem yang mempunyai keterkaitan antara satu komponen dengan komponen lainnya yang bertujuan menghasilkan suatu informasi dalam bidang tertentu. Dalam sistem informasi diperlukannya klasifikasi alur informasi, hal ini disebabkan keanekaragaman kebutuhan akan suatu informasi oleh pengguna informasi. Kriteria dari sistem informasi antara lain, fleksibel, efektif dan efisien [2]. Sedangkan Sistem Informasi Managemen (SIM) didefinisikan sebagai alat untuk menyajikan suatu informasi dengan cara sedemikian rupa sehingga bermanfaat bagi penerimanya (Kertahadi, 1995). Tujuannya adalah menyajikan informasi guna pengambilan keputusan pada perencana, pemrakarsaan, pengorganisasian, pengendalian kegiatan operasi subsistem suatu perusahaan dan menyajikan sinergi organisasi pada proses (Murdick dan Ross , 1993) [3]. Sesuai UU No 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit. Dijelaskan bahwa pada Bab XI Tentang Pencatatan dan Pelaporan, khususnya Pasal 52 ayat (1) “Setiap Rumah Sakit wajib melakukan pencatatan dan pelaporan tentang semua kegiatan penyelenggaraan Rumah Sakit dalam bentuk Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit”, oleh karena itu dibutuhkan adanya penyedia informasi lengkap dan akurat untuk setiap pasien yaitu rekam medis.
Rekam Medis merupakan kumpulan fakta tentang kehidupan seseorang dan riwayat penyakitnya, termasuk keadaan sakit, pengobatan saat ini dan saat lampau yang ditulis oleb para praktisi kesehatan dalam upaya mereka memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien. (Gemala Hatta, 2008).  Rekam medis ini bersifat rahasia, aman, dan berisi informasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Namun kondisi pada saat ini adalah masih ada rumah sakit yang masih menggunakan rekam medis secara konvensional (tertulis) dalam bentuk tumpukan arsip.  Sering kali kartu rekam medis melakukan pendataan secara berulang dan juga tidak diorganisir dengan rapi sehingga rumah sakit kesulitan dalam menyediakan informasi secara cepat, efisien , akurat dan terperinci.

Solusi yang dapat dilakukan adalah menerapkan Teknologi Informasi (TI) pada rumah sakit yaitu dengan membuat system informasi managemen berupa rekam medis berbasis komputerisasi atau elektronik. Rekam medik elektronik (rekam medic berbasis-komputer) adalah gudang penyimpanan informasi secara elektronik mengenai status kesehatan dan layanan kesehatan yang diperoleh pasien sepanjang hidupnya, tersimpan sedemikian hingga dapat melayani berbagai pengguna rekam yang sah (Shortliffe, 2001). Rekam medik elektronik merupakan catatan  rekam medik pasien   seumur  hidup  pasien  dalam  format  elektronik    tentang  informasi  kesehatan  seseorang    yang  dituliskan    oleh  satu  atau  lebih  petugas  kesehatan secara terpadu dalam tiap kali pertemuan antara petugas kesehatan dengan klien. Rekam medik elektronik  bisa  diakses  dengan  komputer  dari  suatu  jaringan  dengan  tujuan  utama menyediakan  atau  meningkatkan  perawatan  serta  pelayanan  kesehatan  yang efesien  dan  terpadu  (Potter  & Perry,  2009).
Gambar 1. Gambaran Rekam Medis berbasis Elektronik
2.        METODOLOGI
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan metode penelitian pendekatan analisis  kualitatif untuk mengukur kepuasan pasien terhadap pelayanan rumah sakit. Penelitian deskriptif mempelajari masalah-masalah dalam masyarakat, serta tata cara yang berlaku dalam masyarakat serta situasi-situasi tertentu, termasuk tentang hubungan-hubungan, kegiatan-kegiatan, sikap-sikap, pandangan-pandangan, serta proses-proses yang sedang berlangsung dan pengaruh-pengaruh dari suatu fenomena[4]. Sedangkan metode penelitian analisis kualitatif dilakukan dengan cara pengumpulan informasi dengan menyebarkan kuisoner, melakukan observasi dan pengamatan, dan melakukan wawancara kepada para pasien serta orang-orang yang pernah mempelajari dan mengerti tentang rekam medis sehingga dapat memahami data aliran rekam medis yang sedang berlaku di rumah sakit serta dapat mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap  pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit.
3.        HASIL dan PEMBAHASAN
Dari metode analisis yang telah dilakukan dapat diketahui kebutuhan apa saja yang dibutuhkan oleh pihak-pihak yang terlibat dalam sistem seperti pada gambar 2 serta aliran data rekam medis pada gambar 3 untuk  kemudian digunakan dalam perancangan sistem informasi managemen (SIM) rumah sakit berupa rekam medis berbasis elektronik.
Gambar 2. Pendapat dari pihak terlibat
Gambar 3. Aliran Data Sederhana Rekam medis
Dari aliran data sederhana diatas dapat dibuat use case untuk rekam medis berbasis elektronik. Use-case adalah konstruksi untuk mendeskripsikan bagaimana sistem akan terlihat di mata pengguna potensial. Use-case terdiri dari sekumpulan skenario yang dilakukan oleh seorang aktor (orang,perangkat keras,urutan waktu atau sistem yang lain ). Sedangkan use-case diagram memfasilitasi komunikasi di antara analis dan pengguna serta diantara analis dan klien [5].
Gambar 4. Usecase Diagram Sistem

Pada Usecase Diagram di atas terdapat 3 user yang dapat menggunakan sistem,yaitu admin, petugas pendaftaran, dan dokter. Admin dapat mengelola data dokter, pasien, petugas pendaftaran, jenis layanan, jenis persalinan, kelola obat. Petugas pendaftaran dapat mengelola data pasien, data anak, dan proses pendaftaran pasien. Dokter dapat membuat rekam medis, melihat catatan rekam medis pasien dan membuat resep untuk pasien[5].
4.        KESIMPULAN
Pada penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa dengan adanya Sistem Informasi Managemen (SIM) rumah sakit berupa rekam medis berbasis elektronik sangat dibutuhkan oleh rumah sakit karena dapat memberikan pelayanan berupa informasi dengan cepat, efisien, akurat serta terperinci kepada para pasien. Sehingga berpengaruh terhadap tingkat kepuasan pasien.
5.        REFERENSI
[1] Al-fatta, Hanif. (2008). Analisis dan Perancangan Sistem Informasi untuk Keunggulan Bersaing.
[2] Imbar, Radiant Victor & Yuliusman Kurniawan. (2012). Perancangan Sistem Informasi Pelayanan Medis Rawat Jalan Poliklinik Kebidanan dan Kandungan pada RSUD Kota Batam. Jurnal Sistem Informasi, 07(1). hal 56.
[3] Jayanti, Nusye K. I. (2009). Penyelesaian Hukum dalam Malapraktik Kedokteran.
[4] Nazir, moh Ph. D. (2003) Metode Penelitian. Jakarta: PT Gramedia. hal 16
[5] Sabarguna, MARS, Dr. dr. H. Boy S. (2005). Sistem Informasi Rumah Sakit.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Blogger Templates