rss
twitter
    Universitas' Gunadarma

Tugas SoftSkill Jurnal

ANALISIS SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PADA PERUSAHAN YAMAHA

Fetri Sari Tobing

Jurusan Manajemen Informatika, Fakultas Ilmu Komputer

Universitas Gunadarma

Jl. Margonda Raya No. 100 Pondok Cina, Depok 16424

fetritobing02@gmail.com

ABSTRAKSI

Dalam penelitian ini penulis menguraikan Skripsi dengan judul Analisis sistem akuntansi penjualan pada perusahaan dagang di Dealer Yamaha . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah Sistem akuntansi penjualan sudah memenuhi unsure pengendalian intern pada perusahaan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis deskriptif. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan secara keseluruhan bahwa system manajemen yang diterapkan pada perusahaan telah memenuhi unsure pengendalian intern yang telah disusun dengan baik, akan tetapi pada unsur pengendalian intern dari sisi praktek yang sehat baik untuk penjualan tunai maupun kredit masih belum memenuhi unsure pengendalian intern.
Kata Kunci :Sistem Informasi Manajemen,Unsur Pengendalian intern

PENDAHULUAN

Perkembangan zaman yang pesat menuntut perusahaan yang ada saat ini harus memiliki keunggulan dalam menjalankan proses bisnisnya agar tetap bertahan dalam dunia bisnis, oleh karena itu saat ini banyak perusahaan yang mulai memanfaatkan sistem dan teknologi informasi sebagai komponen utama dalam mencapai keunggulan dalam berkompetisi dalam bisnis. Kebutuhan efisiensi waktu dan biaya menyebabkan setiap pelaku usaha merasa perlu menerapkan teknologi informasi dalam lingkungan kerja. Sistem informasi manajemen menitikberatkan pada informasi untuk suatu keputusan terstruktur atau informasi yang dapat diantisipasi. Hal tersebut mungkin tampak sederhana, tetapi sebenarnya menyediakan informasi untuk membantu manajer-manajer dalam membuat dan memutuskan keputusan-keputusan terkait pekerjaan yang sangat sulit dan kompleks. Sistem informasi manajemen memainkan peranan penting dalam penyusunan rencana strategis, pembuatan keputusan, dan pengontrolan kegiatan-kegiatan untuk dapat mengukur tingkat keberhasilannya.
Sistem merupakan sekumpulan hal yang atau kegiatan atau elemen atau subsistem yang saling bekerja sama atau yang dihubungkan dengan cara-cara tertentu sehingga membentuk satu kesatuan untuk melaksanakan suatu fungsi guna mencapai suatu tujuan (Sutanta 2003). Sistem informasi (SI), teknologi informasi dapat membantu segala jenis bisnis untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses bisnis, pengambilan keputusan manajerial, dan kerja sama kelompok kerja, hingga dapat memperkuat posisi kompetitif perusahaan dalam pasar yang cepat sekali berubah (O’Brien dan Marakas, 2011).
Perencanaan strategi sistem dan teknologi informasi adalah gabungan dari aktivitas pengembangan sistem dan teknologi informasi serta perencanaan strategi bisnis sehingga menghasilkan perpaduan yang sangat menguntungkan untuk meningkatkan proses bisnis dan kegiatan secara keseluruhan dari perusahaan tersebut. Dengan penerapan sistem dan teknologi informasi yang baik, maka akan menghasilkan informasi yang tepat dan cepat, sehingga akan membantu para manajer dalam menentukan strategi-strategi bisnis yang tepat dan cepat untuk mencapai visi dan misi perusahaan dengan cara menyediakan informasi-informasi yang dibutuhkan sebagai bahan pertimbangan bagi para pembuat keputusan. Perencanaan sumber daya perusahaan adalah sistem lintas-fungsional perusahaan yang mengintegrasikan dan mengotomatisasi banyak proses bisnis internal perusahaan, terutama dalam manufaktur, logistik, distribusi, akuntansi, keuangan, dan fungsi sumber daya manusia dari bisnis.

TUJUAN PENELITIAN

1) Untuk mengetahui apakah sistem manajemen penjualan yang diterapkan pada perusahaaan sudah memenuhi unsure pengendalian intern di sisi struktur organisasi.
2) Untuk mengetahui apakah sistem manajemen penjualan yang diterapkan pada perusahaaan sudah memenuhi unsure pengendalian intern di sisi sistem otoritas atau prosedur.
3) Untuk mengetahui apakah sistem manajemen penjualan yang diterapkan pada perusahaaan sudah memenuhi unsure pengendalian intern di sisi praktek yang sehat.
4) Untuk mengetahui apakah sistem manajemen penjualan yang diterapkan pada perusahaaan sudah memenuhi unsure pengendalian intern di sisi karyawan yang mutu.


METODE PENULISAN

OBJEK PENELITIAN

Sebagaimana tugas yang diberikan kepada saya untuk membuat analisa tentang system informasi manajemen pada suatu perusahaan. Akhirnya saya berfikir saya akan mengambil contoh perusaahaan Yamaha, salah satu yang menjadi daya tarik saya untuk menganalisa system informasi manajemen perusahaam ini adalah yang paling penting bahwa perusahaan Yamaha ini perusahaan sepeda motor terbesar di Indonesia bahkan di dunia. Maka dari itu saya sangat ingin mengetahui bagaimana manajemen dalam perusahaan ini berjalan sehingga dapat menjadi perusahaan otomotif terbesar di Indonesia bahkan di dunia sekalipun.

SUMBER DATA

Data yang diperoleh atas dua jenis data, yaitu :
1. Data Primer, yaitu data yang diperoleh penulis melalui pengamatan langsung (survey) pada perusahaan yang menjadi objek penelitian.
2. Data Sekunder, yaitu data yang diperoleh penulis dengan
Mempelajari dan menelaah serta mengumpulkan buku-buku referensi mengenai teori-teori yang berhubungan dengan system informasi manajemen perusahaan serta dengan cara mencari banyak sumber dari media internet , yang pada akhir pembuatan makalah ini akan saya lampirka link yang menjadi sumber materi pembuatan makalah ini.
TEKNIK PENGUMPULAN DATA
Teknik pengumpulan data dapat dilakukan dengan :
1. Teknik Wawancara
Yaitu mengadakan tanya jawab langsung dan diskusi secara langsung dengan pihak perusahaan, khususnya dengan bagian yang berhubungan dengan objek penelitian.
2. Teknik KepustakaanYaitu pengumpulan data dengan membaca buku, dan laporan laporan yang berhubungan dengan penelitian.
3. Teknik Observasi
Yaitu metode pengumpulan data dengan melakukan pengamatan secara langsung terhadap aktivitas yang berhubungan dengan sistem akuntansi penjualan di perusahaan.

PEMBAHASAN

Dalam perusahaan ini system informasi yang digunakan ialah dengan model akuntansi atau secara umum kegiatan transaksi ini dilakukan dengan pencatatan setiap transaksi yang dilakukan. Sebab semua kegiatan yang terjadi dalam perusahaan ini berkaitan dengan pemasaran barang. Jadi saya telah menyimpulkan untuk lebih membahas kedalam system manajemen pencatatan atau system informasi akuntansi yang juga sangat berkaitan dengan system informasi manajemen.
Berikut adalah fungsi-fungsi yang terjadi dalam kegiatan transaksi di perusahaan ini :
1. Fungsi Penjualan
Fungsi ini bertanggung jawab untuk menerima order dari konsumen, dan menentukan apakah pembayaran dilakukan secara tunai atau secara kredit. Setelah mendapatkan kesepakatan akan dilanjutkan pada bagian administrasi. Bagian administrasi akan mengisi faktur penjualan tunai, faktur ini akan diproses untuk pengurusan surat-surat kendaraan bermotor dan arsip bagi perusahaan menyerahkan faktur tersebut kepada pembeli untuk pembayaran harga barang ke fungsi kas dan membawa barang ke fungsi pengiriman. Dalam struktur organisasi di Dealer Yamaha fungsi penjualan ini dilakukan oleh bagian sales.
2. Fungsi Kas
Dalam transaksi penjualan tunai ini, fungsi ini bertanggung jawab untuk menerima kas dari pembeli. Dalam struktur organisasi di Dealer Yamaha fungsi ini dilakukan oleh bagian Kasir.
3. Fungsi Akuntansi
Dalam transaksi dari penjualan tunai, fungsi ini bertanggung jawab sebagai pencatat transaksi penjualan dan penerimaan kas dan pembuatan laporan penjualan unit sepeda motor. Dalam struktur organisasi Dealer Yamaha fungsi ini ada di bagian administrasi. Pencatatan dilakukan dengan system manual.
Sistem Otoritas atau Prosedur
Adapun jaringan prosedur yang membentuk sistem akuntansi penjualan tunai adalah sebagai berikut.
1. Prosedur Order Penjualan.
Prosedur ini melibatkan fungsi penjualan yang dilakukan oleh bagian sales. Langkah-langkah yang dilakukan sebagai berikut:
a) Menerima order dari pembeli.
b) Menjelaskan produk dan menentukan pembayaran yang dilakukan apakah pembayaran tunai atau pembayaran secara kredit.
c) Melakukan proses penjelasan pajak dan STNK dan surat kuasa dengan disertai berbagai data pendukung termasuk data lengkap pembeli dan pengatasnamaan surat-surat kendaraan bermotor dengan validasi pimpinan. Dalam proses ini dimungkinkan untuk pengatasnamaan kendaraan bermotor apakah pengatasnamaan selain pembeli.
d) Memberikan penjelasan tentang buku service kendaraan.
e) Mengucapkan terima kasih dan mempersilahkan pembeli untuk menunggu barang dalam proses pengecekan fisik.
f) Dan menyerahkan kendaraan atau motor.

2. Prosedur Penerimaan Kas
Prosedur ini melibatkan fungsi kas dalam menerima pembayaran harga barang dari pembeli yang dilakukan oleh bagian kasir dengan langkah-langkah sebagai berikut:
a) Setelah melakukan proses pencatatan data-data konsumen atau pembeli, maka fungsi kas dalam hal ini melibatkan kasir akan membuat bukti pembayaran secara tunai rangkap 3 dan proses validasi dari pimpinan, bila pembeli melakukan pembayaran kas maka bukti pembayaran secara tunai 1 akan diberikan sebagai tanda terima pembayaran kepada kosumen atau pembeli.
b) Menerima uang dari konsumen.3. Prosedur Penyerahan Barang Prosedur ini dilakukan oleh bagian bengkel (PDI MAN), dan langkahnya sebagai berikut:
a) Setelah motor dipilh, bagian bengkel akan melakukan pengecekan fisik dan sebagainya untuk keperluan kendaraan tersebut.
b) Menyerahkan barang atau motor tersebut kepeda konsumen atau pembeli.
4. Prosedur Pencatatan Penerimaan dan Penjualan Tunai Dalam prosedur ini melibatkan fungsi akuntansi yang dilakukan oleh bagian administrasi. Dengan bukti-bukti yang telah dibuat dilakukan pencatatan dengan cara manual.
a) Mengambil bukti-bukti yang digunakan.
b) Mencatat data-data.
c) Mengarsipkan bukti-bukti yang telah di buat.
5. Prosedur Penyetoran Kas ke Bank
Dalam prosedur ini dilakukan oleh bagian administrasi. Prosedur penyetoran dilakukan pada hari berikutnya, dengan langkah-langkah sebagai berikut:
a) Mengambil uang dari bagian kasir.
b) Menghitung kas dan membuat slip penyetoran ke bank.
c) Menyetorkan uang ke bank.
d) Mengarsipkan bukti setoran dari bank.
Sedangkan dokumen dan catatan yang terkait dengan system akuntansi penjualan tunai adalah sebagai berikut:
a. Bukti pembayaran secara tunai rangkap 3.
b. Bukti setoran bank.
c. STNK setelah 3 bulan dari proses pembelian.
d. BPKB setelah 6 bulan dari proses pembelian.
e. Fotocopy KTP konsumen atau pembeli.

HASIL

Penjualan merupakan sumber hidup suatu perusahaan, karena dengan penjualan akan memperoleh laba serta untuk mengetahui minat konsumen terhadap produk yang dihasilkan atau dijual. Definisi penjualan menurut Mulyadi (2010: 202), penjualan terdiri dari transaksi penjualan barang dan jasa, baik secara kredit maupun tunai. Penjualan merupakan suatu keputusan proses pemindahan kepimilikan atas barang yang telah di produksi atau yang telah siap untuk dijual kepada langganan.

DAFTAR PUSTAKA

http://jurnal.umrah.ac.id/wp-content/uploads/gravity_forms/1-ec61c9cb232a03a96d0947c6478e525e/2014/08/JURNAL-ROZANA-090462201309-AKUNTANSI.pdf

0 komentar:

Posting Komentar

 
Blogger Templates